Translator Bahasa Jawa & Sunda

Indonesia ke Jawa Ngoko, Krama, Krama Inggil, dialek Jawa, dan Sunda, dan sebaliknya

Tiga tingkat tutur Bahasa Jawa

Bahasa Jawa punya tingkat tutur (unggah-ungguh): kata yang dipakai berubah menurut siapa yang diajak bicara. “Makan” misalnya menjadi mangan (Ngoko), nedha (Krama), atau dhahar (Krama Inggil). Translator Jawa menerjemahkan ke ketiganya.

Ngoko

Ragam sehari-hari, untuk teman sebaya dan orang yang lebih muda.

Aku arep mangan.

Krama

Ragam halus, untuk orang yang lebih tua atau yang belum akrab.

Kula badhé nedha.

Krama Inggil

Ragam paling hormat, untuk tindakan orang yang dihormati.

Bapak badhé dhahar.

Ngoko Alus

Di antara Ngoko dan Krama ada Ngoko Alus: kalimat ngoko yang memakai kata Krama Inggil untuk orang yang dihormati, tidak pernah untuk diri sendiri. “Bapak lagi sare” dan “Panjenengan arep dhahar?”, tetapi “Aku arep mangan”. Cocok untuk kakak, rekan yang lebih tua, atau membicarakan orang yang dihormati di antara teman. Pilih Lainnya lalu Ngoko Alus; fitur ini masih beta.

Dialek Jawa dan Bahasa Sunda

Selain tiga tingkat tutur, Translator Jawa juga menerjemahkan dialek Ngapak (Banyumasan) dan Suroboyoan (Jawa Timuran), serta Bahasa Sunda ragam loma dan lemes. “Aku” misalnya menjadi nyong dalam Ngapak, dan “saya” menjadi abdi dalam Sunda lemes. Pilih Lainnya di atas kotak terjemahan.

Aksara Jawa

Hasil terjemahan Bahasa Jawa juga ditulis dalam Aksara Jawa (Hanacaraka), otomatis di bawah hasilnya. Untuk mengubah teks apa pun ke aksara, buka Konversi Aksara Jawa.

Bahasa daerah lain

Bahasa Jawa adalah kekuatan Mongosilakan, tetapi bukan satu-satunya: Bahasa Sunda sudah tersedia dan bahasa daerah lain menyusul. Punya usulan? Beri tahu kami.

Kamus Bahasa Jawa

Setiap kata punya halaman sendiri berisi padanannya di Bahasa Indonesia, Ngoko, Krama, Krama Inggil, dialek Jawa, dan Sunda. Buka kamus atau langsung ke:

Pertanyaan umum

Apakah Mongosilakan gratis?

Ya. Penerjemah dan kamus dapat dipakai gratis tanpa mendaftar. Akun hanya diperlukan untuk menyimpan terjemahan.

Apa beda Ngoko, Krama, dan Krama Inggil?

Ngoko dipakai dengan teman sebaya atau orang yang lebih muda. Krama adalah ragam halus untuk orang yang lebih tua atau belum akrab. Krama Inggil paling hormat, dipakai untuk menyebut tindakan atau milik orang yang dihormati.

Bisakah menerjemahkan dari Bahasa Jawa ke Bahasa Indonesia?

Bisa. Pilih bahasa asal di sebelah kiri dan bahasa tujuan di sebelah kanan. Terjemahan antartingkat, misalnya dari Ngoko ke Krama, juga bisa.

Apa itu Ngoko Alus?

Ngoko Alus adalah ngoko yang memakai kata krama inggil untuk orang yang dihormati, misalnya "Bapak lagi sare" atau "Panjenengan arep dhahar?". Kata untuk diri sendiri tetap ngoko: "Aku arep mangan". Pilih "Lainnya" lalu Ngoko Alus. Fitur ini masih beta.

Bisakah menerjemahkan ke dialek Ngapak, Suroboyoan, atau Bahasa Sunda?

Bisa. Pilih "Lainnya" di atas kotak terjemahan. Dialek Jawa memakai kata khasnya (misalnya nyong untuk "aku" dalam Ngapak) dan Ngoko untuk kata yang sama. Bahasa Sunda tersedia dalam ragam loma (akrab) dan lemes (halus).

Bisakah menulis hasilnya dalam Aksara Jawa?

Bisa. Aksara Jawa (Hanacaraka) tampil otomatis di bawah hasil terjemahan Bahasa Jawa; tombol aksara di bawah hasil menyembunyikannya. Untuk mengubah teks apa pun ke Aksara Jawa, pakai halaman Konversi Aksara Jawa di menu.

Apakah akan ada bahasa daerah lain?

Ya. Bahasa Jawa adalah yang paling lengkap, Bahasa Sunda sudah tersedia, dan bahasa daerah lain menyusul. Usulan bahasa dan kata dapat dikirim lewat halaman Hubungi Kami.

Seberapa akurat hasil terjemahannya?

Kamus disusun manual dari rujukan buku dan penutur, jadi hasilnya bisa keliru untuk kalimat yang rumit. Kata yang belum ada di kamus dapat diterjemahkan AI dan ditandai garis titik-titik. Koreksi dapat dikirim lewat halaman Hubungi Kami.

Ingin tahu lebih lanjut? Baca tentang Translator Jawa atau kirim koreksi dan usulan kata.